Batu Tapak Jalak Sungai Luk Ula

Tags

Batuan ini dinamakan Tapak Jalak karena setelah menjadi akik muncul garis berbentuk tanda tambah atau salib di tengah batu. Tanda ini mirip dengan tapak (bahasa jawa berati jejak) kaki burung Jalak. Garis ini sebenarnya telah terlihat ketika masih berwujud batuan bahan. Batuan ini adalah batuan sedimen atau endapan, dimana lapisan endapan itulah yang kemudian menjadi garis salib (tambah). Batuan jenis ini banyak terdapat di berbagai daerah. Faktor yang membedakan batu Tapak Jalak Luk Ula dengan Tapak Jalak daerah lain adalah unsur kegilapan, kekerasan dan kepadatan molekul (mineral penyusun batu) Luk Ula dibanding batuan sejenis dari daerah lain dikarenakan lamanya atau tuanya proses pembentukan. Pertemuan sedimentasi yang sempurna membentuk pesilangan salib menghasilkan reaksi energi balik dan bias dari batuan terhadap energi luar. Daya makrokosmos ini akan menginduksi pemakainya sehingga terjadi sinergi berupa daya perlawanan dan daya bias dalam diri pemakai terhadap daya luar yang bersifat kontradiktif atau membentur. Continue reading

Batu Akik Celup Sungai Luk Ula – Batu Jin – Batu Sulaiman – Batu Tarikan

Tags

, , , , , , ,

Batu akik celup adalah batuan akik yang sengaja diubah warnanya agar lebih menarik dan terkesan mahal. Teknik pewarnaan batuan ini menggunakan teknik celup menggunakan larutan dan pewarna khusus. Batu akik yang pada awalnya berwarna putih bisa diubah warna sesuai selera. Batuan ini sering mengkecoh pecinta akik pemula. Batuan celup banyak dikomersilkan oleh kalangan tertentu sebagai batu yang mengandung energi spiritual tinggi, terlebih jika mengkomersilkannya menggunakan trik seolah – olah menariknya dari alam gaib dengan kekuatan doa dan syarat – syarat (sesaji) tertentu agar terlihat sangat meyakinkan, sehingga batuan ini kemudian lazim dikenal sebagai batu Jin, batu Sulaiman atau batu Tarikan (sebab didapatkan dengan cara menariknya keluar dari alam Jin/ gaib ke alam nyata. Dinamakan Batu Sulaiman karena Sulaiman adalah seorang Raja yang terkenal sebagai Raja dari bangsa manusia dan jin. Continue reading

Batu Ginggang Sungai Luk Ula

Tags

, , ,

Dalam bahasa Jawa, kata Ginggang berarti bergeser, bergerak, berubah. Batu ini kemudian dinamakan Ginggang karena sifat mineral penyusunnya yang mempunyai kemampuan menyerap cahaya dan energi secara halus dan kemudian memancarkannya kembali ke luar secara searah membentuk suatu pola gerak yang halus seperti aliran air yang tenang. Gerakan ini dihasilkan melalui mekanisme terarah dari tekstur garis – garis dalam batu yang terbentuk karena sedimentasi penyusun yang sangat lama. Jenis batuan ginggang bermacam – macam. Ada yang jernih dan ada yang pekat. Semakin tinggi tingkat kejernihan dan kelembutan garis batuan ini, semakin besar pula daya serap dan daya pancar yang dihasilkan. Geraknya pun terlihat semakin jelas. Teknik penggosokan (bentuk/ pola gosokan batu) juga sangat mempengaruhi maksimalnya daya pancar energi serap. Perbedaan tingkat serap, pancar, dan gerak pada masing – masing batu Ginggang melahirkan istilah Ginggang hidup dan Ginggang mati. Ginggang hidup memiliki nilai komersil yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Ginggang mati. Continue reading

Batu Semar-Batu Tuah-Batu Bentukan

Tags

, , , , ,

Batu ini dinamakan Batu Semar karena memiliki bentuk seperti tokoh wayang Semar. Bentuk ini sering diyakini oleh masyarakat awam (yang termakan cerita pihak tertentu) sebagai bentuk asli dari proses alam, sehingga kemudian dimanfaatkan sebagai ajimat atau batu tuah. Terlebih jika dalam proses pengkomersilannya menggunakan kedok spiritual, menariknya dari alam gaib, menemukannya di tempat – tempat yang dianggap keramat, dan sebagainya. Batu ini pun kemudian dianggap sebagai batu tuah yang memiliki daya gaib atau spiritual yang tinggi dan terpaksa dihargai mahal oleh peminatnya. Sebenarnya, batu bentukan ini tidak selalu dibentuk Semar. Bentuk – bentuk lain juga sering dibuat oleh pengrajin batu tentunya sesuai dengan pesanan. Bentuk lain yang sering dijumpai adalah katak dan kepompong. Continue reading

Batu Lintang Luk Ula

Tags

, , , , ,

Batu lintang Luk Ula adalah jenis batuan yang hanya terdapat di daerah Luk Ula. Disebut batu Lintang karena corak dan serat batuan yang melintang yang disebabkan oleh proses pembentukan hasil sedimentasi di aliran sungai Luk Ula yang berkelok – kelok, sehingga membentuk corak atau alur melintang yang tidak tetap. Warna kulit dari batu Lintang adalah putih, merah, dan hitam. Warna kulit ini berbeda dengan warna dalamnya. Terkadang warna kulit yang putih, merah, atau hitam memiliki warna dalam yang merah, hijau, atau putih. Continue reading

Batu Galih Asem Sungai Luk Ula

Tags

, , , , , , , , , ,

Batu Fosil Galih Asem Sungai Luk Ula

Fosil Galih Asem adalah batuan keras yang terbentuk dari inti batang (kambium) pohon Asem Jawa selama jutaan tahun sehingga mengeras menjadi batuan. Masyarakat Jawa sejak dahulu memiliki fisolofi positif terhadap Galih Asem. Asem Jawa tekenal akan rasa masamnya. Reaksi dari unsur masamnya tidak bisa dihilangkan dengan pemanis atau bahan apapun. Daya masam dari Asem Jawa yang merupakan proses alam makrokosmos ini tersimpan abadi dalam batang inti (kambium) pohon asem yang kemudian bertahan selama berjuta tahun dalam alam dan ketika telah menjadi batuan fosil, meskipun rasa masam sebagai pencitraan luar inderawi (dalam hal ini perasa lidah) telah hilang dan kembali ke alam, akan tetapi daya alam penyusun kemasaman semakin membeku dan memadat dalam fosil tersebut. Daya kuat alam penyusun kemasaman yang tidak bisa ditawarkan inilah yang akan menginduksi enegi keaslian (dalam hal ini kepribadian) manusia pemakai batu akik Galih Asem luk Ula menjadi energi positif berupa kekuatan karakter pribadi si pemakai. Dengan kuatnya karakter pribadi yang termaksimalkan oleh daya induksi statis makrokosmos yang terdapat di dalam fosil batuan Galih Asem akan menambah pancaran kemuliaan pribadi dimata orang lain dan sekitarnya meskipun dari segi materi atau kekayaan si  pemakai dalam kategori biasa atau bahkan kurang. Continue reading

Proses Pembuatan Akik Batuan Luk Ula

Tags

, , , , , ,

Pembuatan Akik Batu Luk Ula melalui beberapa tahap yaitu:

1. Pencarian Bahan Batuan

Pencarian batuan bahan tidak bisa dipastikan, artinya; saat mencari batuan bahan, kita tidak bisa memastikan akan mendapatkan batuan bahan jenis tertentu. Semua bergantung pada keberuntungan dan julung (bahasa jawa yang berarti sesuai dengan grade jiwa dan spiritual sang pencari. Maka terkadang dalam mencari batuan bahan, para pencari batu melakukan tirakat atau puasa yang bertujuan agar bersihnya raga, kejernihan batin dan ruhani akan menciptakan hukum ketertarikan dan kesepadanan antara pencari batuan sebagai mikrokosmos dengan batuan bahan sebagai makrokosmos. Hal ini dikarenakan Batu Mulia Luk Ula sangat sulit dideteksi. Kebanyakan terbungkus kulit dengan warna yang tidak sama dengan dalamnya. Banyak yang menemukan batuan bahan dengan corak dan warna kulit yang indah, akan tetapi setelah dipecah dalamnya tidak jenih dan merupakan batuan biasa. Batuan bahan yang bagus dan mengandung daya induksi makrokosmos yang kuat kebanyakan terbungkus oleh kulit yang biasa dan pekat sehingga dalam mencari bahan di lokasi terkadang diperlukan palu untuk memecah batuan bahan temuan. Apakah benar – benar bagus dan tergolong batu mulia, atau hanya merupakan batu biasa? Dalam satu bulan pencarian terkadang bisa terjadi si pencari batuan tidak mendapatkan batuan bahan Luk Ula. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.