Tags

, , ,

Dalam bahasa Jawa, kata Ginggang berarti bergeser, bergerak, berubah. Batu ini kemudian dinamakan Ginggang karena sifat mineral penyusunnya yang mempunyai kemampuan menyerap cahaya dan energi secara halus dan kemudian memancarkannya kembali ke luar secara searah membentuk suatu pola gerak yang halus seperti aliran air yang tenang. Gerakan ini dihasilkan melalui mekanisme terarah dari tekstur garis – garis dalam batu yang terbentuk karena sedimentasi penyusun yang sangat lama. Jenis batuan ginggang bermacam – macam. Ada yang jernih dan ada yang pekat. Semakin tinggi tingkat kejernihan dan kelembutan garis batuan ini, semakin besar pula daya serap dan daya pancar yang dihasilkan. Geraknya pun terlihat semakin jelas. Teknik penggosokan (bentuk/ pola gosokan batu) juga sangat mempengaruhi maksimalnya daya pancar energi serap. Perbedaan tingkat serap, pancar, dan gerak pada masing – masing batu Ginggang melahirkan istilah Ginggang hidup dan Ginggang mati. Ginggang hidup memiliki nilai komersil yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Ginggang mati.

Karena sifat yang dimiliknya, batuan ini sangat bemanfaat kepada si pemakai sebagai media serap energi dan pemancar sehingga si pemakai akan menjadi pusat medan biomagnet dan biokelistrikan dari manusia di sekitarnya. Dengan kata lain, induksi makrokosmos batuan ini bisa memaksimalkan daya tarik pemakainya terhadap manusia di lingkungan sekitarnya.

Stok : stok Ginggang Hidup grade 1,2,3 belum tersedia lagi (penambahan stok dapat diusahakan dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan, tergantung julung pencarian)

HargaHubungi Ki Ravie Ananda